KARYA ILMIAH
Pengaruh Limbah Deterjen Terhadap
Kelangsungan Hidup Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Karya Ilmiah ini Disusun untuk
Memenuhi Tugas Mata Pelajaran Biologi
Kata Pengantar
Puji
syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas petunjuk dan
bimbingan-Nya sehingga pembuatan karya ilmiah ini dapat terselesaikan meskipun
masih dalam bentuk yang sangat sederhana.
Karya
ilmiah ini dibuat dengan maksud dan tujuan memberikan informasi kepada pembaca
tentang ikan Mas, menambah wawasan bagi penulis mengenai pengaruh jenis air
terhadap kelangsungan hidup ikan mas serta untuk memenuhi tugas dari guru mata
pelajaran Biologi.
Ucapan terima kasih untuk semua pihak yang telah membantu penulis
karya ilmiah ini, sehingga dapat terselesaikan dengan baik.
Seperti peribahasa, tak ada gading yang tak retak. Karya ilmiah ini tentu masih
banyak kekurangannya. Kritik dan saran yang
bersifat membangun demi baiknya karya ilmiah berikutnya sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan karya ilmiah ini.
Sekian,
semoga karya ilmiah ini dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi
pembaca.
Ponorogo,
20 Mei 2013
Penulis
DAFTAR ISI
JUDUL............................................................................................................ i
KATA
PENGANTAR................................................................................... ii
DAFTAR
ISI................................................................................................ iii
BAB
I PENDAHULUAN............................................................................. 1
- Latar Belakang Masalah..................................................................... 1
- Rumusan Masalah............................................................................... 2
- Tujuan Penelitian................................................................................ 2
BAB
II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................. 3
- Tinjauan Pustaka................................................................................. 3
BAB
III METODE PENELITIAN............................................................... 6
- Tempat dan Waktu............................................................................. 6
- Alat dan Bahan................................................................................... 6
- Cara Kerja........................................................................................... 6
- Populasi dan Sampel........................................................................... 6
- Teknik Pengumpulan Data................................................................. 6
- Metode Penelitian............................................................................... 6
- Variabel Penelitian.............................................................................. 7
- Definisi............................................................................................... 7
BAB IV HASIL
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN............................ 9
A. Hasil
Penelitian................................................................................... 9
B. Pembahasan...................................................................................... 12
BAB V PENUTUP...................................................................................... 13
A. Simpulan........................................................................................... 13
B. Saran................................................................................................. 13
DAFTAR
PUSTAKA................................................................................... iv
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Ikan
Mas cukup dikenal oleh masyarakat sebagai hiasan aquarium. Perkembangan ikan
mas di Indonesia mengalami kemajuan yang terus meningkat. Dari sekian banyak
jenis ikan hias, tidak semuanya telah dapat dibudidayakan. Dalam menternakkan
ikan mas harus diperhatikan bahwa masing-masing jenis mempunyai sifat dan
kebiasaan hidup yang berbeda-beda, misalnya pada tempat hidupnya.
Air adalah
tempat hidup hewan akuantik seperti ikan. Apabila sumber air tempat kehidupan
akuatik tercemar, maka siklus makanan dalam air terganggu dan ekosistem
air/kehidupan akuatik akan terganggu pula. Misal organisme yang kecil/lemah
seperti plankton banyak yang mati karena banyak keracunan bahan tercemar,
ikan-ikan kecil pemakan plankton banyak yang mati karena kekurangan makanan,
demikian pula ikan-ikan yang lebih besar (ikan mas) pemakan ikan-ikan kecil bila kekurangan makanan akan mati.
Pembuangan
limbah ke sungai/sumber-sumber air tanpa treatment sebelumnya, mengandung
tingkat polutan organik yang tinggi serta mempengaruhi
kesesuaian air sungai untuk digunakan manusia dan merangsang pertumbuhan alga maupun tanaman air lainnya. Selain
itu deterjen dalam badan air dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan
yang mengakibatkan toleransi ikan terhadap badan air yang kandungan oksigennya
rendah menjadi menurun.
Untuk itu,
di sini akan dijelaskan mengenai pengaruh
limbah air detergen terhadap kelangsungan hidup ikan mas dan tingkah laku ikan yang berada pada perairan yang tercemar oleh limbah
detergen.
B.
Rumusan
Masalah
Dari uraian dalam latar
belakang, dapat diajukan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah
ada pengaruh limbah air detergen terhadap perkembangan ikan mas (Cyprinus
carpio)?
C.
Tujuan
Penelitian
Penelitian
ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh limbah air detergen terhadap
perkembangan ikan mas (Cyprinus carpio) dan mengetahui
perbedaan antara perkembangan ikan yang hidup di air bersih dan yang hidup di
limbah air deterjen.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Tinjauan
Pustaka
Polusi atau pencemaran adalah keadaan dimana suatu lingkungan sudah tidak
alami lagi karena telah tercemar oleh polutan. Misalnya air sungai yang tidak
tercemar airnya masih murni dan alami, tidak ada zat-zat kimia yang berbahaya,
sedangkan air sungai yang telah tercemar oleh detergen misalnya, mengandung zat
kimia yang berbahaya, baik bagi organisme yang hidup di sungai tersebut maupun
bagi makhluk hidup lain yang tinggal di sekitar sungai tersebut.
Polutan adalah zat atau substansi yang mencemari lingkungan. Air limbah detergen termasuk polutan karena didalamnya terdapat zat yang disebut ABS. Jenis deterjen yang banyak digunakan di rumah tangga sebagai bahan pencuci pakaian adalah deterjen anti noda. Deterjen jenis ini mengandung ABS (alkyl benzene sulphonate) yang merupakan deterjen tergolong keras. Deterjen tersebut sukar dirusak oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Rubiatadji, 1993). Lingkungan perairan yang tercemar limbah deterjen kategori keras ini dalam konsentrasi tinggi akan mengancam dan membahayakan kehidupan biota air dan manusia yang mengkonsumsi biota tersebut.
Polutan adalah zat atau substansi yang mencemari lingkungan. Air limbah detergen termasuk polutan karena didalamnya terdapat zat yang disebut ABS. Jenis deterjen yang banyak digunakan di rumah tangga sebagai bahan pencuci pakaian adalah deterjen anti noda. Deterjen jenis ini mengandung ABS (alkyl benzene sulphonate) yang merupakan deterjen tergolong keras. Deterjen tersebut sukar dirusak oleh mikroorganisme (nonbiodegradable) sehingga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan (Rubiatadji, 1993). Lingkungan perairan yang tercemar limbah deterjen kategori keras ini dalam konsentrasi tinggi akan mengancam dan membahayakan kehidupan biota air dan manusia yang mengkonsumsi biota tersebut.
Deterjen
yang selama ini kita gunakan untuk mencuci pakaian sebenarnya merupakan hasil
sampingan dari proses penyulingan minyak bumi yang diberi berbagai tambahan
bahan kimia seperti fosfat, silikat, bahan pewarna dan bahan pewangi. Generasi
awal deterjen pertama kali muncul dan mulai diperkenalkan ke masyarakat sekitar
tahun 1960-an dengan menggunakan bahan kimia pengaktif permukaan (surfaktan) Alkyl Benzene Sulfonat (ABS) sebagai
penghasil busa.
Awalnya
inovasi yang dianggap cemerlang ini mendapatkan respon yang menggembirakan.
Namun seiring berjalannya waktu, ABS setelah diteliti lebih lanjut diketahui
mempunyai efek destruktif (buruk) terhadap lingkungan yakni sulit diuraikan
oleh mikroorganisme. Hal ini menjadikan sisa limbah deterjen yang dikeluarkan
setiap hari oleh rumah tangga akan menjadi limbah berbahaya dan mengancam
stabilitas lingkungan hidup kita.
Beberapa
negara di dunia secara resmi telah melarang penggunaan zat ABS ini dalam
pembuatan deterjen dan memperkenalkan senyawa kimia baru yang disebut Linier Alkyl Sulfonat atau lebih sering
jika kita lihat di berbagai label produk deterjen yang kita pakai dengan nama
LAS yang relatif lebih ramah lingkungan. Akan tetapi penelitian terbaru oleh
para ahli menyebutkan bahwa senyawa ini juga menimbulkan kerugian yang tidak
sedikit terhadap lingkungan. Menurut data yang diperoleh bahwa dikatakan alam
lingkungan kita membutuhkan waktu selama 90 hari untuk mengurai LAS dan hanya
50% dari keseluruhan yang dapat diurai.
Pembuangan
limbah ke sungai/sumber-sumber air tanpa treatment sebelumnya, mengandung
tingkat polutan organik yang tinggi serta mempengaruhi
kesesuaian air sungai untuk digunakan manusia dan merangsang pertumbuhan alga maupun tanaman air lainnya. Selain
itu deterjen dalam badan air dapat merusak insang dan organ pernafasan ikan
yang mengakibatkan toleransi ikan terhadap badan air yang kandungan oksigennya
rendah menjadi menurun. Ikan membutuhkan air yang
mengandung oksigen paling sedikit 5 mg/ liter atau 5 ppm (part per million).
Apabila kadar oksigen kurang dari 5 ppm, ikan akan mati, tetapi bakteri yang
kebutuhan oksigen terlarutnya lebih rendah dari 5 ppm akan berkembang. Apabila
sungai menjadi tempat pembuangan limbah yang mengandung bahan organik, sebagian
besar oksigen terlarut digunakan bakteri aerob untuk mengoksidasi karbon dan
nitrogen dalam bahan organik menjadi karbondioksida dan air. Sehingga kadar
oksigen terlarut akan berkurang dengan cepat dan akibatnya hewan-hewan seperti
ikan, udang dan kerang akan mati.
Keberadaan
busa-busa di permukaan air juga menjadi salah satu penyebab kontak udara dan
air terbatas sehingga menurunkan oksigen terlarut. Dengan demikian akan menyebabkan
organisme air kekurangan oksigen dan dapat menyebabkan kematian (Ahsan et al,
2005).
Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah organisme air yang responsif atau peka terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Insang adalah alat yang digunakannya untuk bernafas. Pada insang terjadi pertukaran O2 dan CO2. Mekanismenya adalah tutup insang menutup à mulut terbuka à air masuk melalui mulut à lalu air melewati insang, terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida à mulut menutup, tutup insang (operculum) terbuka dan akhirnya air keluar dari insang. Oksigen masuk ke aliran darahnya. Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m diatas permukaan laut dengan suhu 20 oC-25 oC pH air antara 7-8 (Herlina, 2002).
Ikan mas (Cyprinus carpio) adalah organisme air yang responsif atau peka terhadap perubahan yang terjadi pada lingkungannya. Insang adalah alat yang digunakannya untuk bernafas. Pada insang terjadi pertukaran O2 dan CO2. Mekanismenya adalah tutup insang menutup à mulut terbuka à air masuk melalui mulut à lalu air melewati insang, terjadi pertukaran oksigen dan karbondioksida à mulut menutup, tutup insang (operculum) terbuka dan akhirnya air keluar dari insang. Oksigen masuk ke aliran darahnya. Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m diatas permukaan laut dengan suhu 20 oC-25 oC pH air antara 7-8 (Herlina, 2002).
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Tempat dan Waktu Penelitian
a)
Tempat
Eksperimen dilakukan di rumah peneliti (siswa).
b)
Waktu
Eksperimen dilakukan mulai dari tanggal 1 Mei 2013. Pada pukul 17.00-18.00 WIB.
B.
Alat dan Bahan
a)
Bahan :
Limbah air
Detergent
Air bersih
Ikan Mas
b)
Alat :
2 toples
Stopwatch
C.
Cara Kerja :
a)
Sediakan 2 buah toples, 1 berisi air bersih dan 1 berisi
limbah air
detergent.
b)
Masukan 1 ikan ke dalam toples yang berisi air
detergent dan satu
ikan ke dalam air bersih.
c)
Lihat perkembangan kondisi fisik ikan hingga terjadi
perubahan.
d)
Buat laporan atas terjadinya perubahan yang terjadi
pada fisik ikan.
D.
Populasi dan Sampel
a)
Populasi: Semua
jenis ikan
b)
Sampel : Ikan Mas
E.
Teknik Pengumpuan Data
Data
Kualitatif
F.
Metode Penelitian
Eksperimen
G.
Variabel
Penelitian
a)
Variabel bebas : Jenis air
b)
Variabel terikat : Perkembangan ikan mas
H.
Definisi
a)
Air bersih
Air bersih adalah salah satu jenis sumbe rdaya
berbasis air yang bermutu baik dan biasa dimanfaatkan oleh manusia untuk
dikonsumsi atau dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari termasuk
diantaranya adalah sanitasi. Air bersih merupakan lingkungan yang tepat untuk
hidup ikan mas.
b)
Deterjen
Deterjen merupakan
produk teknologi yang strategis, karena telah menjadi bagian dari kehidupan
sehari-hari masyarakat modern mulai rumah tangga sampai industri. Di sisi lain,
detergen harus memenuhi sejumlah persyaratan seperti fungsi jangka pendek (short therm function) atau daya kerja
cepat, mampu bereaksi pada suhu rendah, dampak lingkungan yang rendah dan harga
yang terjangkau (Jurado et al, 2006).
Produksi deterjen Indonesia
rata-rata per tahun sebesar 380 ribu ton. Sedangkan tingkat konsumsinya,
menurut hasil survey yang dilakukan oleh Pusat Audit Teknologi di wilayah
Jabotabek pada tahun 2002, per kapita rata-rata sebesar 8,232 kg (Anonimous,
2009).
Dibandingkan dengan produk
terdahulu, sabun, deterjen mempunyai keunggulan antara lain mempunyai daya cuci
yang lebih baik serta tidak terpengaruh oleh kesadahan air. Pada umumnya detergen bersifat surfaktan anionik yang berasal dari
derivat minyak nabati atau minyak bumi (Chantraine F et all, 2009).
Menurut
kandungan gugus aktifnya detergen diklasifikasikan sebagai deterjen jenis keras
dan jenis lunak. Deterjen jenis keras sukar dirusak oleh mikroorganisme
meskipun bahan deterjen tersebut dibuang akibatnya zat tersebut masih aktif.
Jenis inilah yang menyebabkan pencemaran air. Salah satu contohnya adalah Alkil Benzena Sulfonat (ABS). Sedangkan detergen jenis lunak, bahan
penurun tegangan permukaannya mudah dirusak oleh mikroorganisme, sehingga tidak
aktif lagi setelah dipakai, misalnya Lauril
Sulfat atau Lauril Alkil Sulfonat.
(LAS).
c)
Ikan Mas
Ikan mas termasuk
famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan ikan mas berbentuk
memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compresed)
dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal) dan dapat di sembulka, di
bagian mulut di hiasi dua pasang sungut yang kadang-kadang satu pasang di
antaranya kurang sempurna dan warna badan sangat beragam (Susanto, 2007). Ikan
mas dapat di klasifikasikan secara taksonomi (Susanto, 2007) sebagai berikut:
Filum : Chordata
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Species: (Cyprinus carpio L )
Tubuh ikan mas digolongkan (3) tiga bagian yaitu kepala, badan, dan ekor. Pada kepala terdapat alat-alat seperti sepasang mata, sepasang cekung hidung yang tidak berhubungan dengan rongga mulut, celah-celah insang, sepasang tutup insang, alat pendengar dan keseimbangan yang tampak dari luar (Cahyono, 2000). Sirip-sirip ikan ada yang berpasangan dan ada yang tunggal, sirip yang tunggal merupakan anggota gerak yang bebas. Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m diatas permukaan laut dengan suhu 20 oC-25 oC pH air antara 7-8 (Herlina, 2002).
Kelas : Pisces
Ordo : Ostariophysi
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Species: (Cyprinus carpio L )
Tubuh ikan mas digolongkan (3) tiga bagian yaitu kepala, badan, dan ekor. Pada kepala terdapat alat-alat seperti sepasang mata, sepasang cekung hidung yang tidak berhubungan dengan rongga mulut, celah-celah insang, sepasang tutup insang, alat pendengar dan keseimbangan yang tampak dari luar (Cahyono, 2000). Sirip-sirip ikan ada yang berpasangan dan ada yang tunggal, sirip yang tunggal merupakan anggota gerak yang bebas. Ikan mas dapat tumbuh normal, jika lokasi pemeliharaan berada pada ketinggian antara 150-1000 m diatas permukaan laut dengan suhu 20 oC-25 oC pH air antara 7-8 (Herlina, 2002).
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
Waktu
|
Ikan dalam Air Bersih (Ikan 1)
|
Ikan dalam Limbah Air Deterjen (Ikan
2)
|
17:00:00
|
Ikan
bergerak lincah dan sehat.
|
Ikan
berenang dengan lincah dan belum mengalami gejala
apapun.
|
17:07:23
|
Ikan
bergerak lincah dan sehat.
|
Ikan
berenang mulai melambat dan ikan mengalami
kejang-kejang.
|
17:17:32
|
Ikan
bergerak lincah dan sehat.
|
insang ikan membengkak, terlihat keluar dan
insang ikan berdarah.
|
18:25:02
|
Ikan
bergerak lincah dan sehat dan tidak mengalami
gejala apapun.
|
Ikan
mati.
|
B.
Gambar foto percobaan
Pada Air Bersih
Gambar 1. Ikan yang berada di dalam air bersih bergerak aktif
Gambar 2. Ikan yang berada di dalam air bersih terus bergerak dan tidak mengalami
gejala apapun.
Pada Limbah Air
Detergen
Gambar 3. Pada menit pertama, ikan belum mengalami gejala apapun pada limbah air
detergen.
Gambar 4. Pada menit ke-7 ikan mengalami kejang-kejang.
Gambar 5. Pada menit ke-17 insang ikan membengkak, terlihat keluar dan insang
ikan berdarah.
Gambar 6. Pada menit ke-25 ikan mati.
C.
Pembahasan
Ikan mas
yang berada di air murni terus bergerak aktif, mata normal dan tidak mengalami
gangguan apapun terhadap insangnya karena lingkungannya tidak tercemar.
Sedangkan ikan lainnya berenang di air yang telah tercemari detergen, mereka mengalami
gangguan pada organnya, terutama insang. Insangnya sampai membengkak dan
mengeluarkan lendir dan darah. Ikan pun mulai bergerak lambat, akhirnya
mengambang dan mati.
Mengapa
insang ikan-ikan dalam limbah air detergen itu membengkak, dan mengeluarkan
lendir? Jawabannya adalah difusi. Difusi adalah perpindahan zat dari
konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Konsentrasi larutan detergen lebih
tinggi dari sitoplasma sehingga partikel detergen berdifusi dari larutan ke
sel-sel pada insang ikan. Larutan detergen terus-menerus berdifusi ke sel-sel
insang dan insang pun akhirnya membengkak. Lama kelamaan sel-sel insang
mengalami plasmolisis (pecahnya sel) karena partikel detergen terus berdifusi.
Karena selnya pecah, sitoplasma pun keluar sehingga insang ikan terlihat
mengeluarkan lendir dan mengeluarkan darah. Setelah sel-sel insangnya pecah,
tentu saja ikan kehilangan organ untuk bernapas sehingga akhirnya ikan-ikan
pada limbah detergen lemas dan kemudian mati.
BAB V
PENUTUP
A.
Simpulan
Air yang
tercemari detergen dapat mengancam kehidupan organisme yang hidup di dalamnya,
salah satunya adalah ikan. Jadi dapat penulis simpulkan bahwa larutaan
detergent sangat berpengaruh sekali terhadap kelangsungan hidup hidup ikan mas
dan kondisi fisik ikan tersebut melemah bahkan hingga mati. Dampak dari kondisi
tesebut maka akan menyebabkan populasi ikan-ikan di sungai berkurang.
Selain ikan masih banyak organisme lain,
seperti fitoplankton, zooplankton/protozoa, cyanobacteria dan lain-lain. Jika
organisme-organisme seperti fitoplankton mati, maka zooplankton akan mati
karena tidak ada makanan, ikan-ikan mas pun akan mati karena zooplankton yang
biasa dimakan tidak ada. Dengan kata lain detergen dan polutan lainnya yang
mencemari air dapat memusnahkan seluruh
organisme yang hidup di dalamnya.
B.
Saran
Saran
yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca yaitu :
Gunakanlah detergen sebijaksana mungkin, jangan buang
air cucian ke perairan yang banyak organisme yang hidup di dalamnya.
Gunakanlah ilmu pengetahuan kita untuk menciptakan
solusi masalah ini, misalnya detergen yang ramah lingkungan.
Untuk para peneliti selanjutnya di
harapkan dapat membuah kan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
DAFTAR PUSTAKA
Afri Yunia
Pradani. 2011. Pengaruh Kadar Detergen
dalam Air. (Online). http://afriyuniapradani.blogspot.com/2011/05/pengaruh-kadar-deterjen-dalam-air.html. Diakses pada
tanggal 17 Mei 2013 Pukul 14.00 WIB.
Ahsan
S. 2005. Effect of Temperature on Wastewater Treatment with Natural and Waste
Materials [Original Paper] . Clean Technology Enviroment
Policy. 7:198-202.
Chaca
Tasya. 2012. Ikan Mas. (Online). http://cha2tasya.blogspot.com/2012/04/.html. Diakses pada tanggal 16 April 2013 Pukul
14.00 WIB.
Heryani.
A, Puji, H. 2008. Pengolahan Limbah Deterjen Sintetik dengan Trickling Filter
[Makalah Penelitian]. (Online).http://eprints.undip.ac.id Diakses pada
tanggal 11 Mei 2013 Pukul 13.00 WIB.
Nepi
Pujianti. 2011. Metode Ilmiah Pengaruh
Larutan. (Online). http://nepipujianti.blogspot.com/2011/11/metode-ilmiah-pengaruh-larutan.html. Diakses pada
tanggal 11 Mei 2013 Pukul 13.00 WIB.
Sigid
hariyadi. 2004. BOD dan COD Sebagai Parameter Pencemaran Air Dan Baku Mutu Air
Limbah.
Soekidjo
Notoatmojo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Penerbit PT Rineka Cipta.
Umi
Purnama Mangetsu. 2012. Pengaruh
Pencemaran Lingkungan Terhadap Mikroorganisme (ikan). (Online). http://umikireinapurnama.blogspot.com/2012/04/laporan-praktikum-x-pengaruh-pencemaran.html. Diakses pada
tanggal 11 Mei 2013 Pukul 13.00 WIB.
Wiji
Agustin Sasmita. 2012. PENGARUH
KADAR DETERJEN TERHADAP KEMAMPUAN HIDUP IKAN MAS(Cyprinus Carpio). (Online). http//wijiagustinsasmita.blogspot.com/2012/10/Pengaruh
kadar deterjen dalam air.10 oktober 2012 . Diakses pada tanggal 11 Mei
2013 Pukul 13.00 WIB.
makasih kak.. membantu tugas banget... maaf, izin copas...
BalasHapustapi kak kakak jahat membunuh ikan,kan ikannya kasihan,tapi nggak papa izin copas ya kak membantu sekali
BalasHapusApabila Anda mempunyai kesulitan dalam pemakaian / penggunaan chemical , atau yang berhubungan dengan chemical,oli industri, jangan sungkan untuk menghubungi, kami akan memberikan solusi Chemical yang tepat kepada Anda,mengenai masalah yang berhubungan dengan chemical.Harga
BalasHapusTerjangkau
Cost saving
Solusi
Penawaran spesial
Hemat biaya Energi dan listrik
Mengurangi mikroba & menghilangkan lumut
Salam,
(Tommy.k)
WA:081310849918
Email: Tommy.transcal@gmail.com
Management
OUR SERVICE
Cooling tower Chemical Cleaning
Chiller Chemical Cleaning
AHU, Condensor Chemical Cleaning
Chemical Maintenance
Waste Water Treatment Plant Industrial & Domestic (WTP/WWTP/STP)
Garment wash,Eco Loundry,Paper Chemical,Textile Chemical,Degreaser & Floor Cleaner Plant,Kaporit tablet,cair & serbuk,Freon R 22 dll
2.
Oli industri
Oli Hydrolik (penggunaan untuk segala jenis Hydrolik),Rust remover,Coal & feul oil additive,Cleaning Chemical,Lubricant
3.
Other Chemical
RO Chemical,Hand sanitizer,Disinfectant,Evaporator,Oli Grease,Karung,Synthetic PAO.. GENLUBRIC VG 68
C-PAO,Zinc oxide,Thinner,
Macam2 lem,Alat-alatlistrik,Packaging,Pallet,Almunium,Bata api std 230*114*65 mm,Bata Api Sk 34 itu bs ketahanan 1400°
Bata Api Sk 36 bs tahan 1600°,Semen sk 34 dan 36,Masing2 sama ketahanan suhunya
Lem Dextone
Spesialis Menjual TERPAL&TENDA
Nama2 barang/jual.Bahan2 Terpaluline: jerman,korea,A12korea,A12cina,canvas super,terpal A1 s/d A20,
*Tenda lipat,Terpal canvas/kain super,Tali tambang PE dan PP,tambang manila,Jaring anggrek,Jaring polynett(untuk konstruksi & bangunan),jaring PE dan waring(untuk perkebunan,perikanan,dll),Karung plastik,plastik mika,Bahan sunbrella/awning.Terpal plastik,parasheet,oxford,PVC Leather,PE/PP ROPE,ETC,TAS MOTOR dsb